Chalabi Charcoal mengembangkan briket yang ramah lingkungan berdasarkan beberapa aspek. Hal tersebut dimulai dari pemilihan bahan baku yang tidak berpotensi mencemari area sekitar.
Proses yang berjalan juga menjaga kualitas bahan baku sebaik mungkin untuk terangkum dalam produk akhir. Kebersihan dan kekuatan produk menjadi hal penting dalam menjaga briket tidak menimbulkan pencemaran yang tidak diharapkan.
Briket produksi Chalabi Charcoal dikembangkan dari bahan alami berkualitas tinggi. Chalabi Charcoal memanfaatkan arang batok kelapa sebagai bahan baku utama produksi briket.
Briket dari batok kelapa justru memiliki kapasitas penghantar panas yang sangat baik yang meningkatkan kualitas produk. Di sisi lain, proses produksi juga tidak menambahkan komponen kimiawi ataupun bahan berbahaya yang berpotensi mencemari lingkungan.
Penggunaan material alami sebagai bahan baku briket memiliki dampak yang signifikan pada lingkungan sekitar. Adapun beberapa dampak tersebut antara lain.
Penggunaan batok kelapa tentu mengurangi jumlah limbah yang tidak diolah di lingkungan. Produksi berkelanjutan menjadi komitmen penanganan limbah jangka panjang. Hal tersebut juga menjadi solusi ekonomi yang efisien untuk penanganan limbah di berbagai daerah.
Briket menjadi bahan bakar alternatif yang sangat efektif untuk berbagai kebutuhan. Harga yang tinggi menjadi daya tarik berbagai pihak untuk turut berkontribusi pada sektor terkait.
Sisa pembakaran dan abu yang dihasilkan dari briket arang batok kelapa aman bagi lingkungan. Beberapa pengembangan bahkan memungkinkan arang sisa menjadi media tanam. Hal tersebut menjadi solusi utuh dari penggunaan briket yang sangat ramah lingkungan.
Terdapat beberapa perbedaan utama briket arang produksi Chalabi Charcoal dengan produk lain pada kategori yang sama. Berikut beberapa aspek eco-friendly yang berkembang dalam produksi dan penggunaan briket arang Chalabi Charcoal.
Bahan baku yang digunakan untuk pembuatan briket arang merupakan arang batok kelapa. Kebersihan bahan juga sangat diperhatikan dalam proses produksi.
Hal tersebut ditujukan agar produk tidak menghasilkan asap yang menyengat saat digunakan. Spesifikasi tersebut menjadikan briket Chalabi Charcoal sangat ramah lingkungan.
Briket arang tidak menggunakan tambahan bahan aditif atau kimiawi berbahaya. Hal tersebut menjadikan produk briket arang sepenuhnya ramah lingkungan.
Proses sortir menjamin bahan baku bebas dari debu saat memasuki tahapan produksi. Hal tersebut membantu menjaga produk tidak menimbulkan kotoran saat digunakan.
Asap yang dihasilkan dalam penggunaan juga tidak bersifat mencemari udara dan memiliki bau yang cenderung netral. Hal tersebut membuat briket aman digunakan di lingkungan terbuka.
Briket dibuat secara manual untuk menghasilkan bentuk yang kokoh dan presisi. Bentuk yang dapat bertahan dalam berbagai kondisi menjaga lingkungan tidak kotor dari sampah arang.
Sisa arang dalam penggunaan juga jadi lebih mudah dirapikan dan dibersihkan.
Melalui proses uji kelayakan produk, hanya briket dengan residu rendah yang dapat masuk ke dalam proses pengemasan. Proses tersebut menjaga hanya briket yang aman untuk lingkungan yang dapat dirilis ke pasar.
Briket yang dikemas memiliki kadar abu di bawah 4% dari total masa produk. Kadar tersebut sangat rendah dalam berbagai kebutuhan pembakaran.